Jumat, 24 Juli 2020

Aku masih ingat dengan sangat jelas
Sejak pertama kali memulai hubungan ini
Hal pertama yang selalu dia bicarakan adalah bagaimana menyenangkan orang tuanya
Dia selalu menyarankan aku melakukan ini itu dan segala bagainya
Dia selalu meminta ku supaya aku menganggap orang tua adalah orang tuaku
Lakukan yang terbaik katanya
Dan aku berusaha melakukan itu
Memberikan segala usaha yang aku bisa

Lalu dia?
Dia tidak seperti aku
Dia tidak menganggap orang tua ku seperti orang tuanya sendiri
Aku memang tidak pernah mengatakan itu padanya
Aku salah karena berharap dia menganggap orang tuaku sebagai orang tuanya

Aku berusaha memgingatkanya untuk menelpon orang tua ku
Tapi jawabannya "LUPA"
Itu sangat menyakitkan
Bagaimana bisa dia melupakan orang tuaku sementara dia menyuruhku melakukan yg terbaik untuk orang tua nya

Saat terus ku desak dia malah mengatakan dia malah berdalih tentang adikku yang kataya tidak menghargainya

Lalu?  Apakah dia menghargai orang tuaku?
Pernah satu hari aku bicara dengan orang tua ku di telpon dihadapannya
Aku berharap dia akan meminta ponselku dan dia akan ikut bicara pada org tuaku
Tapi ternyata aku salah
Dia lebih memilih sibuk dengan ponselnya

Tidak tau harus bagaimana
Aku hanya berharap orang tuaku memaafkan

Sabtu, 11 Juli 2020

Tuhan
Lihatlah...
Lihat apa yang dia perbuat? Berbicara semua yg ada dipikirkannya
Mengeluarkan semua apa yg ada dlm hatinya
Tapi entah kenapa aku diam
Aku tidak ingin menjelaskan apa2
Aku tidak ingin blg kalo sebenarnya aku sudah sampai rumah jam 6.50
Aku tidak ingin menjelaskan kalo aku marah bukan karna dia keluar rumah
Tapi karna hal lain
Kenapa? 
Percuma 
Dari awal memang dia tak ingin mendengar aku
Dari awal yang selalu benar adalah pendapatnya
Aku tidak tau harus berbuat apa
Air mata adalah teman keseharian ku
Hanya itu yg dapat mengobati sedihku

Tolong bantu aku Tuhan
Aku harus bertahan dengan diamku
Aku harus kuat diperlakukan semaunya
Jgn meninggalkan ku seditik saja

Kamis, 09 Juli 2020

Lihatlah Tuhan
Sejak dulu saat aku menceritakan tentang apa yg ku rasakan ujung2nya adalah pertengkaran
Entah kenapa dia selalu merespon negatif semua yg ku bicarakan
Tidak taukah dia batinku sedang tersiksa
Tidakkah dia ingin tau hatiku sedang hancur
Tentu tidak
Kalau dia ingin tau pasti dia akan melakukan sesuatu yg dpt menenangkan hatiku yg sedang kacau
Tapi dia tidk melakukan itu
Baginya pendapat ya adalah yg terpenting
Mimpi??? 
Masih pantaskah aku punya mimpi?
Bagaimana mungkin? 
Rasanya aku tidak layak untuk sebuah mimpi
Jika saja aku layak maka mimpi pernikahan ku akan terwujud
Tapi tidak
Keadaan ini memaksa ku untuk menghancurkan mimpi yang kubangun bersama hayalanku
Aku pun sedang berusaha menghancurkan itu
Karena aku tidak layak untuk semua itu

Rabu, 08 Juli 2020

Tuhan,  saat orang lain bahagia saat merencanakan pernikahan
Mengapa aku tidak?
Tidak berhak kah aku bahagia
Dosa apa yg ku perbuat sampai2 aku selalu bersedih
Bukankah aku juga memohon kebahagiaan kepadaMu
Bukankah aku juga berdoa
Tidak layakkah aku untuk berkatMu

Jumat, 26 Juni 2020

Entah kenapa Tuhan
Aku sudah coba berdamai dengan hatiku,  tapi tetap saja aku tidak bahagia

Selasa, 07 April 2020

Sore itu dengan sangat bahagia aku datang kerumahmu
Yah walaupun dengan sakit kepala yang sangat menyiksa, aku mengabaikan rasa sakit itu
Karena yang kupikirkan adalah sebentar lagi aku bertemu denganmu
Kamu yang selalu aku rindukan
Kamu yang selalu aku doakan sebanyak aku mendoakan kedua orang tua ku. 
bukan itu saja,  ibumu juga sudah menjadi ibu ku sekarang, aku kini menyayanginya seperti aku menyayangi ibuku. Entah mulai kapan itu terjadi tapi yang aku tau saat aku membeli bahan puding, aku langsung ambil 2, yang satu untukku dan yang satu lagi untuk keluargamu. Kemudian saat aku ingin membuat kue entah mengapa aku beli bahan untuk dua adonan. Bukan itu saja saat aku beli buah spontan lgsg aku belikan 2 aku bersemangat untuk itu
Aku akan mengantarnya kerumahmu
Aku sangat bahagia melakukan itu
Aku sangat bahagia saat aku beres2 dirumahmu
Itu menyenangkan. Seperti sedang membantu ibuku sendiri. 
Tapi satu hal yang tidak pernah ku mengerti, entah apa sebabnya kau selalu mengabaikanku.. .
Entah apa sebabnya kau selalu menganggapku salah
Kau selalu menatapku dengan nada sinis,  seperti kebencianmu jauh lebih tinggi dari pada langit
Taukah kau
Aku tersiksa dengan sikapmu
Aku bingung
Tapi tidak tau harus berbuat apa
Kau selalu bilang kau menyayangiku kan? 
Lalu kenapa kau berbohong?   Kenapa harus berpura2 dengan mengatakan kau mencintaiku sementara sebenarnya kau sangat membenciku
Kenapa menyiksa dirimu sendiri dengan berpura2 menyayangiku padahal sebenarnya kau ingin aku menjauhimu
Kenapa? 
Saat aku bertanya kau juga akan berbohong seakan semua baik2 saja
Aku benar kan?? ?
Jika aku salah dengan semua pendapat itu lalu kenapa aku diperlakukan seperti ini, 
Kenapa aku seperti sedang melakukan kesalahan padahal tidak
Kenapa aku seperti tidak dianggap? ?
Kenapa seolah aku dihindari? ?
Kenapa setiap kali aku bertanya tapi tidak ada jawaban???
Kenapa? ??
Apa karena kesalahanku dimasa lalu?? 
Belum cukupkah air mata yang ku tumpahkan setiap hari akibat dari sikapmu yg selalu menyakitiku? 
Haruskah aku mati terlebih dahulu untuk menghilangkan kebencianmu?? ?