Yah walaupun dengan sakit kepala yang sangat menyiksa, aku mengabaikan rasa sakit itu
Karena yang kupikirkan adalah sebentar lagi aku bertemu denganmu
Kamu yang selalu aku rindukan
Kamu yang selalu aku doakan sebanyak aku mendoakan kedua orang tua ku.
bukan itu saja, ibumu juga sudah menjadi ibu ku sekarang, aku kini menyayanginya seperti aku menyayangi ibuku. Entah mulai kapan itu terjadi tapi yang aku tau saat aku membeli bahan puding, aku langsung ambil 2, yang satu untukku dan yang satu lagi untuk keluargamu. Kemudian saat aku ingin membuat kue entah mengapa aku beli bahan untuk dua adonan. Bukan itu saja saat aku beli buah spontan lgsg aku belikan 2 aku bersemangat untuk itu
Aku akan mengantarnya kerumahmu
Aku sangat bahagia melakukan itu
Aku sangat bahagia saat aku beres2 dirumahmu
Itu menyenangkan. Seperti sedang membantu ibuku sendiri.
Tapi satu hal yang tidak pernah ku mengerti, entah apa sebabnya kau selalu mengabaikanku.. .
Entah apa sebabnya kau selalu menganggapku salah
Kau selalu menatapku dengan nada sinis, seperti kebencianmu jauh lebih tinggi dari pada langit
Taukah kau
Aku tersiksa dengan sikapmu
Aku bingung
Tapi tidak tau harus berbuat apa
Kau selalu bilang kau menyayangiku kan?
Lalu kenapa kau berbohong? Kenapa harus berpura2 dengan mengatakan kau mencintaiku sementara sebenarnya kau sangat membenciku
Kenapa menyiksa dirimu sendiri dengan berpura2 menyayangiku padahal sebenarnya kau ingin aku menjauhimu
Kenapa?
Saat aku bertanya kau juga akan berbohong seakan semua baik2 saja
Aku benar kan?? ?
Jika aku salah dengan semua pendapat itu lalu kenapa aku diperlakukan seperti ini,
Kenapa aku seperti sedang melakukan kesalahan padahal tidak
Kenapa aku seperti tidak dianggap? ?
Kenapa seolah aku dihindari? ?
Kenapa setiap kali aku bertanya tapi tidak ada jawaban???
Kenapa? ??
Apa karena kesalahanku dimasa lalu??
Belum cukupkah air mata yang ku tumpahkan setiap hari akibat dari sikapmu yg selalu menyakitiku?
Haruskah aku mati terlebih dahulu untuk menghilangkan kebencianmu?? ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar