Jumat, 30 Oktober 2020

 Bu..

Tau kah Engkau

Aku sekarang tahu bagaimana posisiku dan keluargaku di hatinya. Kepalaku dibawa kakinya Bu

Aku ini istri atau bawahan

Aku bisa menerima banyak hal ibu.. .

Tapi bukan penghinaan

Sabtu, 01 Agustus 2020

Tidak tau harus bagaimana,
Tapi semakin kesini rasanya hati ini semakin kacau tidak karuan
Tidak ada satupun yang sesuai dengan harapanku
Semua diluar kendaliku
Apa aku terlalu memaksakan keadaan? 
Aku bingung
Atau ada yg salah dengan keputusan yg kubuat
Mengapa semua berantakan sekarang?? 
Aku benci situasi ini

Jumat, 24 Juli 2020

Aku masih ingat dengan sangat jelas
Sejak pertama kali memulai hubungan ini
Hal pertama yang selalu dia bicarakan adalah bagaimana menyenangkan orang tuanya
Dia selalu menyarankan aku melakukan ini itu dan segala bagainya
Dia selalu meminta ku supaya aku menganggap orang tua adalah orang tuaku
Lakukan yang terbaik katanya
Dan aku berusaha melakukan itu
Memberikan segala usaha yang aku bisa

Lalu dia?
Dia tidak seperti aku
Dia tidak menganggap orang tua ku seperti orang tuanya sendiri
Aku memang tidak pernah mengatakan itu padanya
Aku salah karena berharap dia menganggap orang tuaku sebagai orang tuanya

Aku berusaha memgingatkanya untuk menelpon orang tua ku
Tapi jawabannya "LUPA"
Itu sangat menyakitkan
Bagaimana bisa dia melupakan orang tuaku sementara dia menyuruhku melakukan yg terbaik untuk orang tua nya

Saat terus ku desak dia malah mengatakan dia malah berdalih tentang adikku yang kataya tidak menghargainya

Lalu?  Apakah dia menghargai orang tuaku?
Pernah satu hari aku bicara dengan orang tua ku di telpon dihadapannya
Aku berharap dia akan meminta ponselku dan dia akan ikut bicara pada org tuaku
Tapi ternyata aku salah
Dia lebih memilih sibuk dengan ponselnya

Tidak tau harus bagaimana
Aku hanya berharap orang tuaku memaafkan

Sabtu, 11 Juli 2020

Tuhan
Lihatlah...
Lihat apa yang dia perbuat? Berbicara semua yg ada dipikirkannya
Mengeluarkan semua apa yg ada dlm hatinya
Tapi entah kenapa aku diam
Aku tidak ingin menjelaskan apa2
Aku tidak ingin blg kalo sebenarnya aku sudah sampai rumah jam 6.50
Aku tidak ingin menjelaskan kalo aku marah bukan karna dia keluar rumah
Tapi karna hal lain
Kenapa? 
Percuma 
Dari awal memang dia tak ingin mendengar aku
Dari awal yang selalu benar adalah pendapatnya
Aku tidak tau harus berbuat apa
Air mata adalah teman keseharian ku
Hanya itu yg dapat mengobati sedihku

Tolong bantu aku Tuhan
Aku harus bertahan dengan diamku
Aku harus kuat diperlakukan semaunya
Jgn meninggalkan ku seditik saja

Kamis, 09 Juli 2020

Lihatlah Tuhan
Sejak dulu saat aku menceritakan tentang apa yg ku rasakan ujung2nya adalah pertengkaran
Entah kenapa dia selalu merespon negatif semua yg ku bicarakan
Tidak taukah dia batinku sedang tersiksa
Tidakkah dia ingin tau hatiku sedang hancur
Tentu tidak
Kalau dia ingin tau pasti dia akan melakukan sesuatu yg dpt menenangkan hatiku yg sedang kacau
Tapi dia tidk melakukan itu
Baginya pendapat ya adalah yg terpenting
Mimpi??? 
Masih pantaskah aku punya mimpi?
Bagaimana mungkin? 
Rasanya aku tidak layak untuk sebuah mimpi
Jika saja aku layak maka mimpi pernikahan ku akan terwujud
Tapi tidak
Keadaan ini memaksa ku untuk menghancurkan mimpi yang kubangun bersama hayalanku
Aku pun sedang berusaha menghancurkan itu
Karena aku tidak layak untuk semua itu

Rabu, 08 Juli 2020

Tuhan,  saat orang lain bahagia saat merencanakan pernikahan
Mengapa aku tidak?
Tidak berhak kah aku bahagia
Dosa apa yg ku perbuat sampai2 aku selalu bersedih
Bukankah aku juga memohon kebahagiaan kepadaMu
Bukankah aku juga berdoa
Tidak layakkah aku untuk berkatMu

Jumat, 26 Juni 2020

Entah kenapa Tuhan
Aku sudah coba berdamai dengan hatiku,  tapi tetap saja aku tidak bahagia

Selasa, 07 April 2020

Sore itu dengan sangat bahagia aku datang kerumahmu
Yah walaupun dengan sakit kepala yang sangat menyiksa, aku mengabaikan rasa sakit itu
Karena yang kupikirkan adalah sebentar lagi aku bertemu denganmu
Kamu yang selalu aku rindukan
Kamu yang selalu aku doakan sebanyak aku mendoakan kedua orang tua ku. 
bukan itu saja,  ibumu juga sudah menjadi ibu ku sekarang, aku kini menyayanginya seperti aku menyayangi ibuku. Entah mulai kapan itu terjadi tapi yang aku tau saat aku membeli bahan puding, aku langsung ambil 2, yang satu untukku dan yang satu lagi untuk keluargamu. Kemudian saat aku ingin membuat kue entah mengapa aku beli bahan untuk dua adonan. Bukan itu saja saat aku beli buah spontan lgsg aku belikan 2 aku bersemangat untuk itu
Aku akan mengantarnya kerumahmu
Aku sangat bahagia melakukan itu
Aku sangat bahagia saat aku beres2 dirumahmu
Itu menyenangkan. Seperti sedang membantu ibuku sendiri. 
Tapi satu hal yang tidak pernah ku mengerti, entah apa sebabnya kau selalu mengabaikanku.. .
Entah apa sebabnya kau selalu menganggapku salah
Kau selalu menatapku dengan nada sinis,  seperti kebencianmu jauh lebih tinggi dari pada langit
Taukah kau
Aku tersiksa dengan sikapmu
Aku bingung
Tapi tidak tau harus berbuat apa
Kau selalu bilang kau menyayangiku kan? 
Lalu kenapa kau berbohong?   Kenapa harus berpura2 dengan mengatakan kau mencintaiku sementara sebenarnya kau sangat membenciku
Kenapa menyiksa dirimu sendiri dengan berpura2 menyayangiku padahal sebenarnya kau ingin aku menjauhimu
Kenapa? 
Saat aku bertanya kau juga akan berbohong seakan semua baik2 saja
Aku benar kan?? ?
Jika aku salah dengan semua pendapat itu lalu kenapa aku diperlakukan seperti ini, 
Kenapa aku seperti sedang melakukan kesalahan padahal tidak
Kenapa aku seperti tidak dianggap? ?
Kenapa seolah aku dihindari? ?
Kenapa setiap kali aku bertanya tapi tidak ada jawaban???
Kenapa? ??
Apa karena kesalahanku dimasa lalu?? 
Belum cukupkah air mata yang ku tumpahkan setiap hari akibat dari sikapmu yg selalu menyakitiku? 
Haruskah aku mati terlebih dahulu untuk menghilangkan kebencianmu?? ?

Sabtu, 28 Maret 2020

Tolong aku Tuhan

Kenapa Tuhan ??
Kenapa batinku sangat tersiksa dengan sikapnya
Kenapa dia begitu sangat ingin menyiksaku
Kenapa dia ingin aku semenderita ini
Kenapa dia ingin aku menangis sepanjang waktu ??
Tidakkah hal2 kecil yg sudah ku lakukan tidak bisa membuat hatinya sedikit tenang, sedikit saja Tuhan .
Aku tau Tuhan, aku sudah melakukan kesalahan
Aku sudah sangat menyakitinya
Tapi
Tidakkah Tuhan melihat bagaimana aku sedang berusaha memperbaiki semuanya
Tidakkah Tuhan melihat bagaimana hatiku
Tapi kenapa aku belum dapat pengampunanMu Tuhan
Aku sangat tersiksa
Rasanya aku udah tidak mampu
Aku ingin yg terbaik dariMu Tuhan
Tolong aku
Jika hukumanku belum selesai tolong beritau aku
Beri kekuatan
Aku sangat terima dibiarkan kelaparan, disuruh makan nasi mentah, dan dilempar kain kotor, aku terima itu semua Tuhan
Aku juga terima saat yang lain disuruh istirahat tapi aku harus bekerja
Aku berusaha menahan itu semua Tuhan
Tolong aku Tuhan
Berikan aku kekuatan
Apapun akhir dr semua ini
Aku menyerahkan semuanya padaMu

Jumat, 27 Maret 2020

Kau sangat berarti

Hari itu,entah bagaimana Tuhan mempertemukan kita. Dengan sedikit cerita unik.awalnya itu hanyalah pertemuan biasa saja,lalu pertemuan -pertemuan selanjutya seakan memberiku isyarat, aku mulai menyukai mu dan diluar dugaanku kau juga punya perasaan yang Sama.kita mulai saling mengungkapkan perasaan masing-masing,mulai saling merindukan, saling memperhatikan. Hari berlalu begitu  cepat, hampir setengah tahun. Kita melaluinya bersama2. Kadang2 tertawa, kadang2 menangis. Tak jarang kau membuatku seperti seorang tuan putri. Kau melakukan banyak hal,banyak sekali.melakukan hal2 yang menurutku romantis.aku sangat bahagia dengan it. Kau bekerja keras,katamu untuk biaya kita kalau sudah nikah. Kamu tau, pernikahan adalah impian semua wanita, akupun begitu. Saat melihat kegigihanmu, aku dengan berani memperkenalkanmu pada orang tuaku. Aku sangat mencintaimu.Sangat mencintaimu. 
Tapi, akhir2 ini aku melakukan banyak kesalahan. 
Aku tidak sadar,saat melakukan kesalahan dimasa lalu yang bepengaruh pada hubungan kita yang sekarang. Kau seakan - akan sangat membenciku. Karena kebaikan hatimu kau tidak meninggalkanku. Itu membuatku menjadi orang yang paling bodoh. Merasa bersalah, kata maaf saja tidak mampu mengubah segalanya. Dibalik kesedihan yang semakin lama semakin menyiksa aku meminta ampun pada Tuhan dan memberi tauNya bahwa aku sangat mencintaimu, lebih dr diriku sendri.
Aku tau,  sekarang kau sangat membenciku
Jauh didlam hatimu,kau ingin segera aku menghilang dari hidupmu, tapi karena kebaikan hatimu, kau tidak melakukan itu.kau masih menerimaku, masih berusaha membuatku bahagia walau hatimu sendiri sedang terluka. Kau masih memberikanku surprise dalam keadaan hatimu yg hancur, kamu melakukan semua itu untukku. Kau masih sangat mampu membuatku tersenyum walau hatimu sendiri sangat sedang tidak baik.
Kau sangat romantis, sementara aku? Aku sangat buruk. Aku tidak layak.
Seberapapun usaha yang kulakukan, itu tidak akan mampu menghilangkan rasa sakitmu. 
Tau kah kau sayangku. . 
Dimalam saat kau bilang kalau Kau sedang bersedih, aku tau,bahwa kau bersedih Karena kesalahanku. Hanya saja kau tidak ingin membuatku merasa tidak enak. Aku sangat tau itu,yah it Kau lakukan karena kau adalah orang yang sangat baik. Malam itu,saat aku tidak mengangkat telponmu aku sedang memikirkan sesuatu untuk membuat melupakan rasa sedih itu,tapi entah karena apa aku tertidur.saat terbangun sudah tengah malam, Aku sangat menyesal karena tidak dapat menghiburmu. Saat itu juga aku berdoa kepada Tuhan,aku meminta kepadaNya agar rasa sedihmu dipindahkan ke aku saja dalam bentuk apapun itu aku siap menerima. Mungkin saja alam ini mendengarkan doa ku sayang,saat akan berangkat kekantor aku kecelakaan, aku tau itu adalah hukuman untukku karena sudah membuatmu bersedih. Aku bisa terima
Saat kecelakaan, orang pertama kali ingin ku telpon adalah dirimu, namun entah mengapa jari ini berhenti saat akan menekan tombol "Memanggil" aku takut menyusahkanmu lagi,aku takut merepotkanmu lagi,karena sebelumnya hatimu masih sedih, itulah sebabnya aku tidak mengabarimu.
Tapi sayangku... 
Semua tidak berhenti disitu saja
Malam hari says velum menyelesaikan beberapa pekerjaanmu, kau menemuiku
Kau meninggalkan sebagian pekerjaanmu untuk ku. Bukankah hatimu terlalu baik. ..?
Yah sayang kau sangat baik
Kamu masih bertanya bagaimana aku bisa kecelakaan, sebenarnya aku ingin menceritakan apa yg sedang kupikirkan. Aku ingin bilang kalau aku sedang berusaha memikirkan cara untuk menyenangkanmu tapi kau mengucapkan sebenarnya kamu malas untuk datang menemuiku,kamu ingin aku merasakan bagaimana rasanya tidak dipedulikan
Kamu ingin aku merasakan bagaimana rasanya tidak dianggap. 
Hatiku hancur mendengar ucapanmu, sangat hancur,ingin marah,ingin berontak tapi aku sadar.aku tidak layak walau hanya untuk membela diri sekalipun, karena semua kesedihan ini diawali karena kesalahanku
Aku kehilangan hak untuk menjelaskan tentang diriku. 
Tapi walaupun dalam keadaan kesal, Kai tetap menemuiku sayang,bukankah hatimu sangat baik.

Sayangku...
Ingatkah Kau? Dalam keadaan masih sakit,aku menyuruhmu menjemputmu. Aku tau sebenarya dalam keadaan ini aku belum bisa kemana2, tapi aku tetap kerumahmu
Berharap saat melihatku mungkin saja rasa sedihmu akan berkurang
Tapi ternyata aku salah 
Aku bahkan melihatmu meneteskan air mata.kamu bersedih lagi sayang 
Lagi dan lagi
Tapi apa yg bisa ku perbuat? 
Aku memang sangat bodoh, bagaimana mungkin saat melihatku kau akan baik2 saja 
Aku terlalu percaya diri
Sekarang aku berdoa kepada Tuhan untuk kebahagiaanmu, aku mungkin tidak akan tahan melihatmu bahagia tanpaku
Tapi aku janji
Aku akan berusaha menerima kebahagiaanmu itu

Sayangku
Aku sangat mencintaimu
Lebih dari apapun, ingatkah dulu sebelum aku melakukan kesalahan, aku akan marah saat kamu sedikit Saat cuek denganku. Tapi sekarang,untuk merengut Saja aku tidak ingin,karena aku tidak ingin membuatmu bersedih
Saat kau membiarkanku kelaparan dipagi hari sambil mengerjakan pekerjaan dirumahmu sementara kau makan kue sampai tiga kue,apa yang bisa kulakukan sayang
Aku selalu menerima itu sebagai hukuma 
Saat kau menyakitiku dengan tidak peduli dengan chatingan dan panggilanku, aku juga tidak bisa berbuat byk
Yang kulakukan adalah menerimanya sebagai hukuman atas kesalahanku
Sampai air mataku kering pun,  tidak akan menggantikan rasa sakit hatimu
Yang ku tau sekrang adalah sat kamu senang, dan kesenanganmu itu menyakitiku aku tidak boleh berontak
Aku harus tetap menerima itu sebagai hukuman
Ada byk hal yg tidak bisa kutulis , aku lupa tersiksa sayang
Bukan cuma hati tapi juga fisik dan psikisku. Tapi tetap saja kan, aku harus menerima itu semua

😥😥sudah banyak sekali yang kutulis
Tapi percuma juga
Karena Kau tidak akan tau perihal ini
Aku juga tidak berani memberi tau mu
Tapi aku juga bingung mau cerita dengan siapa
Itulah sebabnya aku menulis